rcb

Jumat, 25 Juli 2014

Daftar peluang bisnis

Komunitas matol kami ingin anda sehat dan sejahtera silahkan bergabung dengan kami setiap pembelian matol 1,5 juta dapat 1 hak usaha dan produk 1 botol matol. gabung di www.pipabisnis.webs.com

Jumat, 18 Juli 2014

Info pengiriman Produk

Untuk pengiriman produk cair botol matol, saat ini tidak bisa pengiriman biasa. Paket kirimnya adalah parcel, sehingga butuh ongkos kirim lebih besar, tergantung jarak dan tingkat kesukaran yang di tuju.

Selamat menikmati Produk Matol

Kamis, 06 Juni 2013

Matol Indonesia

Bagi mereka yang ingin sehat dan sejahtera silahkan beli produk Matol yang Alhamdulillah sudah terbukti membantu banyak orang yang terkena penyakit.

Anda tertarik silahkan hubungi 085691743154

Sabtu, 27 Oktober 2012

Bagi mereka yang ingin terapi menggunakan MEFT (Muhasabah Emotional Freedom Technique) dengan menekan titik akupuntur cina kuno yang sudah terbukti dan asupan produk Matol serta Muhasabah diri yang membantu kita mendekatkan diri kepada Sang Kuasa, silahkan hubungi kami di 0856 9174 3154

Insya Allah bisa membantu menyembuhkan berbagai penyakit.

Terapi MEFT
Konfirmasi 3 hari sebelumnya


Produk Matol 
Bergabunglah dengan kami di komunitas matol dengan modal 1,5 jt anda dapat produk 1 matol maxi dan peluang bisnis di www.pipabisnis.webs.com , ayo pasang posisi anda.

Bagi yang tertarik silahkan konfirmasi ke 085691743154


Matol kesaksian 5

Agus Sri Iswiyanti(Jakarta)

Jenis Penyakit:
Insomnia
Judul:
Tidur Nyenyak “Bersama” matol

Saat duduk di kelas 2 SMA (Sekitar tahun 1999) saya mengalami kesulitsan tidur. Bahkan saya pernah tidak bisa tidur sama sekali selama 1 minggu. Terpaksa saya harus dirawat di rumah sakit. Agar bisa tidur, selama di rumah sakit saya dia suntuk dan diberi obat tidur. Di bawah pengaruh obat saya menang bisa tidur. Namun setelah reksi obat habis, saya kembali kesulitan tidur. Oleh karena itu, setalah 10 hari dirawat saya terpaksa dibawa pulang paksa oleh orang tua. Kami memilih berobat jalan sambil menjalani pengobatam alternatif (refkelsi) di wilayah Jakarta dan saya dianjurkan mengkonsumsi matol, ayah saya lalu membeli matol. Sejak itu setiap hari saya minum ½ tutup bolot matol, disamping minum obat mnum obat dokter. Reaksi minum matol keringatan dan baju basah selama 1 bulan. Saya sangat bersyukur, setelah minum matol saya dapat tidur dengan nyenyak dan bangun tidur badan saya terasa bugar. Badan menjadi segar. Tak Cuma itu, Saat mium obat dokter tangan gemetar. Dengan minum matol mengurangi gemetaran. Selama minum matol saya sudah jarang pilek. Sejak itu keluarga saya selalu memakai matol.


Bpk. Tamrin Siregar(Depok, Jawa Barat)

Jenis Penyakit:
Diabetes
Judul:
Berniat Minum Matol Terus Demi Menjaga Kesehatan

Sejak tahun 2005 lalu saya sering mengalami keluhan berupa tumbuh benjolan semacam bisul di seluruh badan. Ukurannya ada yang kecil, ada juga yang besar. Setiap kali berobat ke dokter dan minum obat yang diberikan, keluhan tersebut dapat sembuh. Namun tak lama kemudian, benjolan semacam bisul bermunculan lagi dan tak jarang pula mengeluarkan nanah. Awalnya saya kira hal itu cuma penyakit kulit biasa. Namun setelah dilakukan pemeriksaan darah, ternyata saya dipastikan menderita diabetes. Hasil pemeriksaan, ’gula darah’ saya saat itu mencapai angka 400-an. Sebelum bertemu matol® saya hanya berobat ke dokter, bahkan terkadang hingga lima kali dalam sebulan. Tiap habis berobat, gula darah saya memang sempat turun, tapi hanya sedikit dan masih jauh dari normal. Pernah suatu kali saya menggaruk kaki saya yang digigit nyamuk, sehingga menimbulkan lecet. Beberapa hari kemudian, luka lecet tersebut membesar hingga akhirnya memborok. Makin lama borok tersebut makin lebar dan dalam, hingga tulang kaki saya terlihat. Dalam kondisi yang memprihatinkan ini, seorang sepupu saya memperkenalkan matol® dan menyarankan saya agar mencoba minum suplemen tersebut. Sayapun tertarik dan langsung membeli matol®. Setiap hari saya minum matol® dua kali yaitu pagi dan sore, dengan takaran 2 sendok makan sekali minum. Semenjak itu, saya memang merasa lebih bugar dan yang lebih menggembirakan, setelah mencoba cek ke dokter, gula darah saya turun menjadi 170. Dokter langganan saya sempat heran. Waktu itu saya baru 2 minggu mengonsumsi matol®, tapi saya tidak menceritakannya pada dokter tersebut. Selama minum matol®, obat dari dokter tetap saya minum. Selain diminum, matol® juga rutin saya oleskan pada luka di kaki saya yang sudah dalam kondisi parah. Awalnya memang terasa perih, tapi hal itu hanya berlangsung beberapa hari. Satu minggu kemudian, luka tersebut mengering. Hari-hari berikutnya, secara bertahap luka yang tadinya menganga lebar itu mulai menutup, hingga akhirnya kembali penuh dan rata seperti semula. Belakangan saya merasa jauh lebih sehat, tingkat gula darah saya pun dalam kisaran yang normal. Namun demikian, saya masih rutin periksa ke dokter meski tidak sesering dulu, paling hanya sebulan sekali, sekadar untuk cek kesehatan. Syukurlah, hasil pemeriksaan selalu menunjukkan, kondisi kesehatan saya secara keseluruhan relatif normal. Saya memang mengurangi konsumsi minuman yang manis dan kue-kue yang mengadung banyak gula. Namun kebiasaan makan sehari-hari saya, sama seperti orang kebanyakan yaitu makan nasi tiga kali sehari lengkap dengan lauk-pauk kesukaan. Padahal sebelumnya, dokter menyarankan agar makan kentang saja, sebagai pengganti nasi. Lebih dari setahun sudah, saya minum matol®. Berat badan saya yang tadinya sempat turun drastis, secara bertahap mulai naik lagi. Saya berniat untuk terus minum matol® secara rutin untuk menjaga kesehatan.


Donatus Gaol Manurung (57 th)(Pangkalan Kuras, Pekanbaru)

Jenis Penyakit:
Kelenjar di leher
Judul:
Keyakinannya pada Khasiat matol Terbukti

Kanker kelenjar pernah menggerogoti istri saya, Roslan Br Tenjak yang kini genap berusia 48 tahun. Tepatnya penyakit menakutkan ini menyerang kelenjar yang berada di leher dan menyebabkan munculnya sejumlah benjolan. Hari demi hari penderitaan yang dialami istri saya tak kunjung berakhir, bahkan kondisinya kian parah. Benjolan-benjolan di lehernya semakin membesar. Siksaan terberat dialami tatkala terkena sinar matahari, yang menyebabkan munculnya rasa sakit luar biasa. Lambat laun suara istri sayapun terganggu dan berubah. Tak dapat dihindari, upaya operasi harus dilakukan demi kesembuhannya. Keputusan tersebut ditawarkan dokter di RSUD Pekanbaru, tempat istri saya menjalani pemeriksaan, termasuk tes laboratorium. Meski berat hati kami menyetujui pelaksanaan operasi tersebut. Ketika menunggu dan mempersiapkan berlangsungnya operasi itulah, kami mengenal matol. Saat itu kami sudah berada di rumah sakit. Seorang staf marketing PT Matolindo Primantara memberikan brosur matol pada saya. Setelah mempelajari dengan cermat isi brosur tersebut, saya langsung tertarik,. Tanpa pikir panjang keesokan harinya saya mencari alamat yang tertera di brosur, untuk mendapatkan ramuan unik ini. Anehnya, sedikitpun saya tidak merasa ragu ketika membeli matol. Sebaliknya terbersit keyakinan bahwa ramuan tersebut akan bermanfaat bagi pemulihan kesehatan istri saya. ----- “ Letak benjolan berserakan “ --- : Selama di rumah sakit istri saya rutin mengkonsumsi matol. Reaksi awal memang sempat dialami, berupa munculnya kembali rasa sakit di lehernya. Untunglah hal tersebut hanya berlangsung sekitar 2 hari. Selanjutnya terjadi perkembangan menggembirakan. Kondisi kesehatan istri saya berangsur mulai membaik. Merasa lebih sehat, ia sempat ingin segera pulang dan membatalkan operasi yang telah direncanakan. Namun saya menolak keinginannya, operasi harus tetap dilakukan. Ketika hari yang ditentukan untuk operasi tiba, kembali kami dikejutkan oleh pernyataan dokter. Ternyata, kelenjar di leher istri saya harus dioperasi dua kali. Ini lantaran letak benjolan-benjolan itu berserakan/tidak menyatu dan tidak bisa diambil sekaligus. Pasca operasi pertama, kami memutuskan menunda pelaksanaan operasi berikutnya dan segera pulang ke rumah kami di Sorek. Dalam perjalanan pulang, saya sempatkan diri untuk membeli matol lagi. Tak cuma itu, saya juga mendaftar sebagai distributor matol. ---- “ Tak perlu operasi dua kali “ ---- : Selanjutnya, matol tetap menjadi minuman sehari-hari istri saya selama berada di rumah. Hingga suatu malam setelah + 10 bulan minum matol, terjadi peristiwa yang cukup mendebarkan. Mendadak keluhan di leher istri saya - yang masih terdapat sisa benjolan - kambuh, dengan rasa sakit yang luar biasa. Keadaan ini tentu saja membuat kami sangat khawatir. Apalagi pagi harinya, sisa benjolan tampak turun beberapa centimeter dari tempat semula. Syukurlah kondisi ini tidak berlangsung lama, sebaliknya kami dapat bernafas lega. Tanpa diduga, sisa benjolan mengecil secara bertahap sampai akhirnya menghilang. Kini istri saya tak cuma bebas dari semua keluhan di lehernya. Asam urat yang sebelumnya juga sering menyiksa, turut lenyap. Sungguh tiada terhingga rasa syukur dan bahagia kami sekeluarga atas karunia ini. Khasiat yang dibuktikan matol terhadap istri saya membuat kami sadar bahwa ramuan tersebut semestinya lebih dikenal oleh masyarakat luas, terutama yang tengah mengalami gangguan kesehatan. Karenanya, kini kami giat memperkenalkan matol di daerah tempat tinggal kami. Kiranya langkah ini dapat membantu orang-orang di sekitar kami, sehingga mereka semua dapat benar-benar merasakan khasiat yang luar biasa dari matol.


Dra. Neneng Hanisah(Cimahi)

Jenis Penyakit:
Asma
Judul:
Dari Asma Hingga Pendarahan Akibat Alat Kontrasepsi

Pengalaman saya selama ini membuktikan, betapa besar peranan matol bagi kesehatan. Tak cuma bagi saya tapi juga bagi kesehatan anak, suami bahkan tetangga hingga teman-teman saya. Alasan itu pula yang menjadikan kami sekeluarga selalu minum matol hingga kini( selama lebih dari 8 tahun!). Ceritanya, saya memiliki penyakit asma bawaan lahir yang seringkali kambuh ketika udara dingin. Keluhan tersebut makin terasa mengganggu saat saya – yang bekerja sebagai guru matematika - mengajar di kelas, debu kapur tulis menyebabkan alergi sehingga saya sering bersin. Melihat kondisi tersebut, seorang teman menganjurkan saya untuk minum matol (sekitar tahun 1995). Sejak itulah saya mulai kenal matol. Alhamdulilah, setelah minum matol gangguan asma yang bertahun-tahun menyiksa tersebut kini tidak muncul lagi. Pengalaman lebih “hebat” lagi tentang matol saya rasakan sekitar Mei 2003 lalu. Karena sesuatu yang tidak beres pada alat kontrasepsi (spiral) yang sudah terpasang selama 2 tahun, saya mengalami pendarahan. Untuk mengatasinya selain obat dokter saya juga minum matol. Selama 2 minggu, setiap hari saya minum tiga kali dengan takaran 2 sendok sekali minum. Setelah menghabiskan 1 botol matol, keluarlah gumpalan darah yang besar-besar. Selama itu saya juga rutin periksa ke dokter. Rasa panik pasti ada, tapi saya selalu berusaha berpikir positif dan senantiasa mengupayakan agar kondisi saya kuat dengan makan banyak dan bergizi sebagai pengganti darah, sehingga tidak sampai dirawat di RS. Sementara itu minum matol saya teruskan dengan ukuran 3 x 1 sendok. Setelah 38 hari baru darah dapat berhenti total. Yang lebih menggembirakan semua rasa sakit hilang. Matol juga menjadi pilihan saat suami saya kembung karena maag atau susah buang air besar. Demikian pula saat anak saya yang waktu itu berusia 8 tahun mengalami alergi yang cukup parah sehingga ia tidak diperbolehkan makan ayam, udang, ikan laut dan telur. Setelah menghabiskan satu matol mini, Alhamdulillah sampai sekarang alerginya tidak kambuh lagi meski mengkonsumi semua makanan yang sebelumnya dilarang oleh dokter. Harapan saya kepada para pembaca, tetaplah berpikir positif jika terserang penyakit apapun, jangan takut, dekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa dan terus beriktiar serta jangan lupa minum matol. Kalau bisa hindari obat-obatan kimia karena dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Salam.


Eti Herawati( Indramayu, Jawa Barat)

Jenis Penyakit:
Keguguran
Judul:
Penderitaa setelah keguguran Hilang

Pada Hari Rabu, tanggal 12 Oktober 2005 tepatnya pukul 05.30 perut saya terasa sakit luar biasa. Saya teringat peristiwa enam bulan yang lalu, saat mengalami keguguran dengan sakit perut yang sama. Saya berfikir apakah saya mau keguguran lagi? Kebetulan saya memang telat haid bulan ini. Dengan menggunakan air panas yang dimasukkan ke dalam botol aqua kemudian ditempel-tempelkan ke perut, tetap rasa sakit tidak berkurang. Keringat dingin mulai bercucuran. Suami saya kemudian memanggil bidan untuk meminta obat penahan rasa sakit, tetapi obat dari bidan juga tidak memberikan perubahan apa-apa. Akhirnya saya dibawa ke dokter umum, kata dokter ini sakitnya dari lambung kemudian di beri kan obat. Namun tetap saja obat dari dokter juga tidak memberikan perubahan. Karena tidak kuat menahan sakit, saya meminta suami untuk membawa ke dokter spesialis kandungan di Cirebon. Setelah dilihat melalui layar komouter, rahim saya baik-baik saja. setelah meminum obat dari dokter spesialis kandungan, darah saya keluar dan saya mengalami keguguran. Perut saya bengkak, sakitnya luar biasa. Tidur miring sakit, tidur telentang terus, terasa panas badannya. Makanan tidak ada yang masuk karena mulut terasa pahit. Berat badan saya turun hampir 10 kg. Pada hari Sabtu tanggal 15 Oktober 2005, saya menerima Majalah Bulanan Matol. Saya baru teringat, kalau saya juga anggota matol. Langsung saya suruh adik saya untuk membeli matol di Ibu Lanny Sundriati Cirebon. Setelah minum matol darahpun keluar bertambah banyak dan berupa gumpalan-gumpalan hitam , akhirnya saya terus meminum matol tersebut dengan dosis satu hari tiga tutup botol. Akhirnya perut terasa lega dan tidak bengkak lagi. Allhamdulillah, berkat matol berakhirlah semua penderitaan saya. Terimakasih matol.


H. B Hamsyah(Palu - Sulawesi Tengah)

Jenis Penyakit:
Diabetes
Judul:
Luka di Kaki Akibat ‘Sakit Gula’ Mengering

Sudah bertahun-tahun lamanya Bapak H.B Hamsyah menderita diabetes (sakit gula). Sebelum bertemu matol berbagai upaya telah dicoba, baik minum obat dari dokter maupun produk lain yang ada dipasar, termasuk ramuan tradisional yang katanya mempunyai khasiat untuk menyembuhkan. Namun ternyata hasilnya tidak memuaskan, malah kondisinya semakin memburuk. Luka pada kakinya akibat diabetes makin bertambah lebar dan mengeluarkan cairan putih. Bahkan selama satu tahun terakhir ia juga tidak bisa bangun dari tidurnya. --“Kodisinya membaik setelah minum matol” : Melalui anak menantunya – yang kebetulan seorang member/distributor matol- akhirnya laki-laki berusia sekitar 60 tahun ini mengenal matol. Ia lalu mengikuti saran menantunya, mengoleskan campuran matol herbal solution dan lotion skin care matol pada luka di kakinya. Seiring dengan itu ia juga minum matol sesuai aturan. Awalnya ia mengaku merasakan reaksi berupa sering buang air selama 2 hari. Namun tak lama kemudian luka parah pada kakinya akibat diabetes, mulai mengering. Setelah minum matol selama satu minggu, Bapak Hamsyah sudah dapat duduk (seperti tampak pada foto saat staf matol mengunjungi beliau). Box : Sebagai obat tradisional Matol tidak hanya baik untuk diminum, tapi juga ampuh untuk obat luar. Anda dapat menggunakan matol untuk dioleskan pada kulit yang mengalami : - luka eksim - luka bakar - luka akibat sayatan pisau - luka yang tak kunjung sembuh akibat diabetes

H. Tahang(Jl Saloloang-Kec.Panajam-Balikpapan)

Jenis Penyakit:
Asam urat
Judul:
Berawal dari Dua Tutup Botol Matol

Boleh dikatakan, matol kini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan saya. Khasiatnya yang telah saya buktikan sendiri, memunculkan keyakinan bahwa matol dapat diandalkan untuk membantu siapa saja, memulihkan kesehatan tubuh. Kini meski kesehatan sudah membaik saya tetap mengkonsumsi matol secara rutin dengan harapan, kondisi kesehatan saya dapat normal kembali. Bukan hanya itu, saya juga memutuskan untuk bergabung menjadi distributor matol. Memperkenalkan matol kepada keluarga dan kerabat terdekat sering pula saya lakukan, agar mereka dapat merasakan khasiat matol seperti yang pernah saya rasakan. Matol merupakan suplemen yang terbuat dari bahan-bahan alami, matol telah membantu saya pulih dari asam urat. Sebelumnya, berulangkali saya mencoba datang ke Puskesmas guna menghilangkan keluhan yang sangat menyiksa itu. Namun upaya tersebut tidak menampakkan hasil. Pergi ke rumah sakit pun menjadi pilihan selanjutnya. Ternyata upaya inipun tidak memberikan titik terang bagi perbaikan kondisi kesehatan saya. Bahkan kekhawatiran semakin dalam saya rasakan. Pasalnya, hari demi hari kesehatan saya bukannya membaik, tapi justru bertambah buruk. Seluruh badan saya terasa mengalami kram. Leher dan kaki tidak dapat digerakkan. Lebih menyiksa lagi, saat itu saya tidak dapat berjalan. Padahal saat berobat ke rumah sakit, saya sudah diperiksa dengan berbagai macam peralatan medis. Dalam keadaan cukup parah itulah, saya diperkenalkan pada matol oleh seorang tetangga yang bernama Bp Abdul Rasyid. Saat itu beliau memang sengaja datang, menjenguk saya di rumah. Beliau memberi saya matol sebanyak 2 tutup botol untuk di minum selama dua hari. Sungguh menggembirakan, setelah mencoba suplemen asal Kanada tersebut, keadaan saya menampakkan tanda-tanda membaik. Tak urung, sayapun mulai tertarik pada matol dan langsung membeli satu botol ukuran besar (matol maxi). Hari-hari berikutnya, kesehatan saya berangsur pulih dan kini saya sudah dapat berjalan kembali.


Ibu Fatridah (Sinabang, P. Simeuleu, Daerah Istimewa Aceh. )

Jenis Penyakit:
Diabetes
Judul:
Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi Peroleh Matol

Sekitar awal tahun 2007 lalu, saya merasakan keluhan seperti, sering merasa lemas, cepat mengantuk dan ingin makan terus. Setelah periksa ke dokter baru diketahui, saya menderita sakit gula (diabetes melitus) dan saat itu ‘gula darah’ saya mencapai angka 400-an. Dokterpun memberi saya obat untuk diminum. Namun setelah diperiksa kembali, ‘gula darah’ saya malah naik menjadi 600-an. Sepulang dari periksa ke dokter kali ini, saya lalu diperkenalkan matol oleh kakak saya. Setelah mencoba minum matol sebanyak 2 sendok makan, ternyata saya langsung merasa segar. Saya lalu membeli 1 (satu) botol matol mini (236 mL) yang selanjutnya saya minum rutin 3 kali sehari, masing-masing 1 sendok makan. Namun demikian, obat dari dokter tetap saya minum, hanya dosisnya saya kurangi. Caranya, saya minum obat dokter dulu, baru beberapa jam kemudian saya minum matol. Alhamdulillah, setelah didukung dengan minum matol, bertahap badan saya terasa jauh lebih segar, tidak cepat mengantuk. Saya juga tak lagi merasa pusing ketika baru bangun tidur, seperti yang selama ini saya alami. Lebih menggembirakan lagi, setelah +8 hari minum matol, hasil pemeriksaan menunjukkan, tingkat gula darah saya turun menjadi 113. Tak hanya itu, keluhan asam urat yang selama ini sering mengganggu, terasa mulai berkurang. Saya juga merasa penuh energi, tak merasa lelah sedikitpun meski sangat sibuk bekerja menjalankan usaha rumah makan hanya bersama suami, tanpa mempekerjakan seorangpun karyawan. Melihat perkembangan ini, sayapun memutuskan untuk berhenti berobat ke dokter. Untuk pemulihan kesehatan, saya berniat hanya minum matol. Oleh karenany, setelah matol mini habis, saya lalu membeli lagi, kali ini yang ukuran besar atau matol maxi (950 mL). Sejak merasakan manfaat matol, saya senantiasa menginformasikan tentang suplemen ini, terutama bila ada kerabat mengalami sakit. Dan sejauh ini, terbukti dapat membantu meringankan keluhan mereka. Namun, di kota tempat tinggal saya agak sulit mendapatkan matol. Apotik setempat hanya memiliki stok terbatas. Untuk mendapatkannya, kami harus naik pesawat ke Kota Medan untuk mendapatkan matol, dengan biaya transportasi yang relatif mahal. Oleh sebab itu, ketika menengok salah satu anak saya yang sedang bekerja di Purwakarta (Jawa Barat) pertengahan 2007 lalu, saya tak melewatkan kesempatan tersebut untuk mendatangi kantor PT Matolindo Primantara, sekalian jalan-jalan ke Kota Jakarta. Setelah bertanya-tanya kesana - kemari, akhirnya kami menemukan juga alamat perusahaan tersebut, untuk membeli matol.


Ibu. Novi Hasmurni(Kemang Pratama – Bekasi Barat )

Jenis Penyakit:
kanker rahim
Judul:
Alhamdulillah Kanker Rahim Saya Sembuh

Kelahiran seorang anak merupakan anugerah terbesar bagi seorang ibu. Begitupun dengan saya, kelahiran anak keempat membuat saya dan keluarga sangat bahagia. Walaupun kelahiran anak saya melalui operasi ceasar, rasa sakit itu pun tidak terasa karena kebahagiaan yang saya rasakan sangat besar. Namun kebahagiaan itu sekejap pudar karena setelah melahirkan, tiba-tiba rambut saya rontok dan semakin lama kian menipis. Hal itu membuat saya panik dan menjalankan pemeriksaan medis tepatnya Juli-1995 ternyata kesedihan saya tidak berhenti sampai disini. Setelah pemeriksaan medis dilakukan, saya mendapatkan vonis dari salah seorang dokter yang membuat saya sedih, Kanker Rahim ternyata penyakit saya. Hasil pemeriksaan itu dijelaskan oleh dokter bahwa ada sel kanker yang sudah berakar dalam rahim saya. Setelah pemeriksaan itu, dokter menyarankan untuk melakukan operasi pembersihan agar sel-sel kanker itu dapat dibuang dari rahim saya. Karena faktor perekonomian (biaya), rasa takut dan belum kuat untuk merasakan sakitnya, saya pun menolaknya. Ketika saya sedang ke Bandung, pertemuan saya dengan ibu Nensi (Tomang-Jakarta Barat) merupakan awal saya mengenal matol® , kini persahabatan saya dengan Matol sudah ±13 tahun. Setelah pulang kerumah, ibu Nensi pun mengirimkan brosur Matol dengan lengkap. Kelengkapan informasi dari brosur-brosur matol® yang dikirimkan membuat saya ingin mencoba jamu matol® . Pembelian pertama saya pada saat itu 1 botol matol® maxi dengan dosis yang saya konsumsi 2 sendok makan 3 kali sehari. Setelah pengkonsumsian itu efek yang saya rasakan adalah buang-buang air besar (±5 kali sehari) dan rambut saya semakin rontok. Efek itu membuat saya takut ternyata menurut ibu Nensi, gejala tersebut tidak berbahaya dan pengkonsumsian matol® tetap dijalankan namun dosisnya harus ditambah. Akhirnya karena saya ingin sembuh, dosis saya tambah menjadi 3 sendok makan 3 kali sehari. Otomatis efek samping yang saya rasakan hilang. Selang beberapa minggu saya melihat kotoran yang saya buang, ternyata gumpalan darah sebesar kotoran kambing. Kepanikan pun timbul, tetapi ibu Nensi menyarankan saya jangan berhenti dan tetap lanjutkan pengkonsumsian matol®. Selain itu saya pun memberikan matol® dikepala, agar rambut saya tidak rontok lagi. Alhamdulillah semua usaha yang saya jalankan itu dengan penuh rasa yakin bahwa Allah telah mengirimkan matol® untuk kesembuhan penyakit saya. Terbukti penyakit kanker rahim saya sudah sembuh dan rambut saya sudah tidak rontok bahkan kini sudah mulai tumbuh. Kesembuhan penyakit kanker saya tentunya dari hasil akhir pemeriksaan kesehatan di Laboratorium yang menyatakan bahwa rahim saya sudah sembuh dari kanker. Kesembuhan penyakit kanker saya membuat para dokter terheran, bahkan menanyakan sebelumnya saya berobat kemana? Saya hanya memberikan brosur matol® untuk para dokter-dokter itu. Mereka pun terkejut bahwa jamu matol® ini memang sangat berkhasiat, salah seorang dari mereka pun menjadi anggota pada saat itu.


Irwansyah Nasution(Pekanbaru, Riau)

Jenis Penyakit:
jantung
Judul:
Perbaiki Kondisi Tubuh Akibat Komplikasi Jantung dan Asam Urat

Akhir-akhir ini setelah rutin mengkonsumsi matol saya merasakan kesehatan yang makin membaik. Diantaranya jika berjalan agak jauh nafas saya tidak lagi tersengal-sengal. Sejak lama saya memang merasakan berbagai keluhan disebabkan adanya komplikasi kelainan jantung (tiroid), maag dan asam urat. Karena itu kondisi badan saya lemah hingga tidak kuat berjalan agak jauh, bahkan belakangan tak jarang saya harus dibopong. Sebelum mengenal matol berbagai upaya juga telah saya lakukan untuk mengatasi keluhan tersebut. Baik ke dokter di Medan bahkan ke dokter spesialis jantung di Bandung (hingga 8 kali), maupun upaya alternatif seperti ke dukun kampung. Namun semua itu tidak memberikan hasil yang memuaskan. Saat berobat ke Medan yang ke sekian kali saya bertemu dengan dr. Asmawati yang kebetulan sudah memiliki Business Centre (BC ) matol. Dari dialah saya akhirnya kenal matol. Karena hanya berupa obat tradisional, awalnya saya kurang yakin pada ramuan tersebut. Namun setelah berulangkali menyimak penjelasan dr Asmawati akhirnya saya bersedia mencoba. Reaksi berupa mual dan mules-mules saya alami ketika pertamakali mengkonsumsi matol. Katanya, reaksi tersebut hanya bersifat sementara sebagai tanda matol mulai “bekerja” di dalam tubuh. Maka itu saya tetap minum matol sesuai dosis yang dianjurkan. Ternyata benar, mual dan mules hanya berlangsung selama 3 hari. Selanjutnya Alhamdulilah, seluruh keluhan yang saya derita berangsur pulih. Satu hal yang cukup menggembirakan, matol bukan obat kimia melainkan suplemen yang terbuat dari bahan alami. Maka itu untuk menjaga stamina sampai saat ini saya tetap mengkonsumsi matol. Saya juga berharap makin banyak orang dapat merasakan khasiat matol yang luar biasa ini. Bagaimanapun, menurut hemat saya ramuan yang terbuat dari bahan alami lebih baik daripada yang mengandung bahan kimia.


Jaronawati (Lahat - Sumatra Selatan)

Jenis Penyakit:
Kanker payudara
Judul:
Benjolan di Payudara Lenyap

Cemas, bingung dan tidak tahu harus berbuat apa pernah bersarang saat mendengar penjelasan seorang dokter spesialis penyakit dalam. Sekitar April 2003 lalu kami memang datang untuk periksa dikarenakan keluhan yang saya rasakan. Lebih kurang dua minggu sebelumnya payudara sebelah kanan saya terasa nyeri dan sakit. Setelah saya amati, ada benjolan berwarna merah dan terasa lebih sakit jika disentuh. Diperkirakan saya menderita tumor. Dokter tersebut mengharuskan saya datang untuk periksa lagi seminggu kemudian. Jika tidak ada perubahan setelah minum obat maka payudara saya harus dioperasi. Keadaan ekonomi yang pas-pasan (suami hanya bekerja sebagai buruh bangunan) membuat kami cemas hingga berencana mengurus kartu sehat. Namun kecemasan kami itu ternyata tidak berlangsung lama. Sepulang dari dokter, kami mampir ke rumah ibu mertua dan suami saya menceritakan masalah kami. Beliau langsung menyuruh saya mencoba minum matol. Seraya memberikan beberapa brosur tentang ramuan tradisional tersebut. Setelah mempelajari dengan seksama isi brosur tersebut kami megakui bahwa matol sangat berkhasiat, tapi saat itu kami masih ragu apakah matol dapat membantu memulihkan keluhan yang saya alami. Meski demikian saya tetap mencoba minum matol, mengikuti saran ibu mertua. Setelah lebih kurang 1 minggu meminumnya, saya merasakan hangat pada payudara yang sakit. Saya juga lebih sering buang air kecil. Berikutnya, setelah terhitung 2 minggu saya minum matol, terjadi perubahan yang menggembirakan, sakit yang sebelumya saya rasakan kini hilang, demikian pula warna merah pada payudara saya. Hingga saat ini keluhan tersebut tak pernah kambuh lagi. Ternyata apa yang dikatakan ibu mertua saya dan penjelasan dari brosur yang pernah saya baca benar adanya, dan saya telah membuktikan. Karena itu pula, kini saya dan suami tergugah untuk selalu berbagi cerita/pengalaman tentang matol kepada teman /saudara yang mengalami sakit berkepanjangan. Tak jarang pula kami menunjukkan contoh botol dan brosur matol kepada mereka. Harapan kami, agar matol dapat lebih mudah diperoleh dan harganya lebih dapat terjangkau terutama bagi masyarakat pedesaan. Mari kita tingkatkan kesehatan masyarakat di lingkungan sekitar kita bersama matol!


Kartika(Lampung)

Jenis Penyakit:
kanker rahim
Judul:
Tetap Pilih Matol

Manfaat matol bagi kesehatan sebenarnya sudah saya rasakan sejak delapan tahun silam. Waktu itu saya menderita alergi berupa bersin-bersin disertai pusing dan pilek, yang sudah berlangsung selama 3 tahun. Apalagi jika terkena debu atau udara dingin, saya bisa bersin terus-menerus. Sebelumnya saya sudah berobat baik ke sejumlah dokter maupun alternatif. Namun tidak memberikan hasil yang menggembirakan. Sampai akhirnya pada tahun 1997, saya bertemu dengan seorang distributor matol. Meski awalnya ragu-ragu, saya tetap mencoba minum ramuan tersebut. Reaksi yang terasa, saya mengeluarkan banyak keringat. Selanjutnya sungguh luar biasa. Baru satu minggu minum matol, semua keluhan saya sirna dan tidak kambuh lagi sampai sekarang. Sejak itulah saya yakin pada khasiat supplemen asal Kanada ini. Namun sangat disayangkan, sejak tahun 1998 s/d 2002 saya mengalami kesulitan mendapatkan matol, bahkan kehilangan kontak sama sekali dengan distributornya. ---“Tak perlu operasi kandungan” : Tahun 2002, saya kembali mengalami gangguan kesehatan. Kali ini berupa radang pada rahim bahkan mengarah pada kanker rahim. Dokter mengatakan bahwa saya harus menjalani operasi. Karena kekurangan biaya (waktu itu sekitar Rp 5 juta-an), maka operasi tersebut tidak dapat saya jalani. Untunglah, suami saya ingat matol. Kami memutuskan untuk mencoba minum matol dulu. Setelah mencari dengan susah payah, akhirnya kami berhasil mendapatkan matol dari seorang distributor. Kehebatan matol kembali terbukti. Setelah rutin mengkonsumsi hingga menghabiskan 3 matol maxi, keluhan pada rahim saya berangsur pulih. Hingga kini saya merasa sehat, semua keluhan tersebut tak pernah muncul lagi. Saya sangat bersyukur atas berkah Yang Maha Kuasa ini. Saya juga berharap lebih banyak orang yang dapat pulih dari keluhan yang dialami. Oleh sebab itu kini saya giat mengenalkan matol kepada orang-orang di sekitar. Bahkan terkadang saya memberikan dulu matol kepada mereka, baru dibayar setelah keluhan kesehatan yang dirasakan sudah hilang.


Londa Sarma Tarida(Batam)

Jenis Penyakit:
Asam urat
Judul:
Derita Ibu Akibat Asam Urat & Pengapuran Tulang

Ketika berusia 30-an tahun, ibu saya mengalami gangguan pada kesehatannya. Setelah berhasil diatasi, gangguan tersebut memang tak muncul lagi dalam jangka waktu lama. Namun memasuki usia 40-an, ia kembali tersiksa oleh keluhan serupa. Sejak itu gangguan tersebut makin sering muncul, hingga beliau memasuki usia 50-an tahun, terutama bila ia tidak menjaga pola makan dan kurang istirahat. Bahkan terkena gerimis saja, penyakitnya langsung kambuh. Yang memprihatinkan, seiring bertambah usia, rasa sakitnya kian menyiksa. Menurut pemeriksaan dokter, Ibu menderita asam urat dan pengapuran tulang. Lumpuh dari pinggang sampai kaki disertai rasa sakit luar biasa di sekujur badan. Itulah penderitaan ibu saya bila penyakitnya kambuh. Keadaan seperti ini berlangsung dua minggu hingga sebulan. Selama itu pula ia hanya bisa terbaring di tempat tidur. Berbagai pengobatan yang kami upayakan memang dapat menghilangkan semua keluhannya. Namun itu hanya bersifat sementara. Dalam hitungan bulan, penyakitnya akan kambuh lagi. Demikian seterusnya, peristiwa ini terjadi berulang-ulang selama belasan tahun terakhir. Tak jarang ia hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur sembari menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Melihat siksaan yang dialami ibu, kerapkali kami, anak-anaknya, tidak tega. Tiap kali penyakit tersebut kambuh, kami hanya bisa membantu memijit badannya serta berdo’a demi kesembuhannya. Kami sangat ingin agar Ibu dapat sembuh total. Terlebih ia sendiri, yang semakin hari kian tak sanggup menahan rasa sakit. Sudah tak terbilang cara yang kami tempuh demi kesembuhannya. Mulai berobat ke dokter hingga secara tradisional. Demikian pula, berbagai jenis obat dan suplemen - yang dijual perusahaan MLM dengan nama besar- serta beragam jamu, sudah dicoba. Namun semua itu tak jua membuat Ibu dapat sembuh secara total. “Bertemu Matol® “ : Sekitar Oktober 2005 lalu untuk kesekian kalinya penyakit Ibu kambuh. Seperti biasa, setelah mendapat perawatan, kondisinya mulai membaik meski belum pulih benar. Ketika itulah saya diperkenalkan matol oleh Kak Sandra Samosir. Awalnya saya tidak tertarik meski sudah membaca brosur-brosur matol. Selama ini kami juga sering mencoba produk MLM, tapi tidak banyak membantu. Namun setelah sering ngobrol dengan Kak Sandra dan mendengar kisah-kisahnya tentang manfaat matol, akhirnya saya tertarik membeli matol untuk ibu saya. Setelah minum matol, secara bertahap kesehatannya mulai membaik. Kakinya tidak terasa kebas (mati rasa) lagi. Tak cuma itu, keluhan lain seperti maag juga hilang. Penyakit ibu juga tidak kambuh meski terkena gerimis. Perkembangan tersebut tentu sangat menggembirakan bagi kami semua. Kini ibu tetap rutin minum matol untuk meningkatkan serta menjaga kesehatannya. “ Daya Tahan Tubuh & Stamina Meningkat” : Manfaat matol yang dirasakan ibu bagi kesehatannya membuat saya juga tertarik mencoba minum suplemen kesehatan ini. Sejak lama, saya memang sering mengalami ngilu pada persendian, terutama bila kedinginan baik kena air maupun angin. Setelah mencoba matol, keluhan tersebut tak muncul lagi, meski kena air atau angin di malam hari. Selain itu, minum matol membuat saya merasa jauh lebih sehat dan bugar. Saya juga lebih tahan/kuat berjalan jauh. Sebelumnya, saya hanya tahan jalan kaki paling lama 2 jam. Kini, meski sudah berjalan hingga 4 jam saya tidak merasa lelah. Saya juga tidak mudah kedinginan atau masuk angin. Sebelumnya, kalau kena angin misalnya naik kendaraan, apalagi rambut basah karena kehujanan, besoknya pasti sakit. Kini, bukan hanya ibu dan saya yang minum matol, tapi diikuti pula oleh saudara saya lainnya. Saya juga tergerak memperkenalkan matol dengan memberikan brosur kepada kerabat, teman serta orang-orang di lingkungan saya. Saya juga menyarankan pada mereka supaya mengimbangi dengan pola makan sehat dan berimbang. Kebetulan di sekitar tempat tinggal saya di Batam, banyak karyawan yang bekerja di pelbagai industri. Tak sedikit dari mereka yang mengalami keluhan kesehatan. Umumnya reaksi mereka positif, banyak yang tertarik mencoba matol. Sayapun sempat menikmati bonus dari pembelian mereka. Meski tidak mudah meyakinkan orang untuk bergabung, saya tertarik mengembangkan jaringan di bisnis matol.


Lusiyana(Lampung)

Jenis Penyakit:
Ginjal
Judul:
Sehat Kembali Tanpa Operasi Ginjal

Sering kita mendengar orang berkata bahwa kesehatan adalah sesuatu yang sangat berharga dalam hidup ini. Bagi saya penyataan itu mengandung makna amat dalam dan menjadi pendorong untuk selalu menjaga kesehatan, baik lahir maupun batin. Kesehatan adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan dipelihara sebaik-baiknya. Semakin besarnya kesadaran dan perhatian saya terhadap kesehatan, bukanlah tanpa alasan. Sekitar tiga tahun lamanya, yakni dari tahun 1998 s/d 2001, saya mengalami masalah kesehatan yang sangat menyiksa, hingga rasanya hidup ini tak berarti. Lebih jelasnya, menurut dokter spesialis yang menangani, saya menderita infeksi saluran kencing dan ginjal yang cukup parah. Sehingga setiap kali buang air kecil, yang keluar air berwarna merah seperti bercampur darah. Selama itu pula, saya tak henti-hentinya berobat baik ke dokter maupun tradisional. Namun upaya tersebut tidak membawa hasil berarti. Terakhir, dokter mengatakan bahwa saya harus menjalani operasi ginjal. Hal itu membuat saya semakin takut dan khawatir. --- “Keluhan berkurang setelah 2 minggu minum matol” : Suatu hari, seorang langganan yang memasok telur ke warung saya, memberi sebuah brosur matol (kebetulan saya membuka usaha warung). Setelah membaca brosur tersebut tanggapan saya memang biasa saja. Namun hati saya mengatakan, apa salahnya mencoba minum matol. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli dan mencoba matol. Kurang lebih 2 minggu pertama minum matol secara rutin, muncul kejadian yang mengagetkan : Air seni saya tiba-tiba terlihat seperti darah kental, bernanah dan bau sekali. Syukurlah, hal tersebut hanya berlangsung 3 hari. Selama itu pula saya tetap minum matol. Selanjutnya semua keluhan yang saya rasakan berangsur hilang. Yang lebih menggembirakan, air seni saya tidak lagi berwarna merah, normal seperti orang sehat pada umumnya. Saat pertama minum matol saya sedang hamil 7 bulan (anak kedua). Alhamdulillah, sampai anak saya lahir dan sekarang beusia 3 tahun, keluhan tersebut tidak pernah kambuh lagi. Badan saya tetap sehat dan bugar, tanpa harus menjalani operasi ginjal. Kini matol menjadi minum kesehatan sehari-hari keluarga kami, sehingga kesehatan keluarga terjaga. Kami sekeluarga bersyukur telah diperkenalkan pada matol, ramuan tradisional yang terbuat dari 13 macam tanaman.


Mersip M.Y(Perumnas I , Pontianak, Kalbar)

Jenis Penyakit:
jantung
Judul:
Aktivitas Normal Kembali Meski Pernah Masuk ICU

Mungkin lain ceritanya jika saya tidak pernah “ngobrol” dengan Ibu Tri Sekarwati, salah seorang distributor matol di Pontianak. Saat menceritakan keluhan yang selama ini saya alami, beliau langsung menganjurkan agar saya mencoba minum matol. Sejak lama saya memang menderita jantung koroner dan kolesterol tinggi, disamping mudah sekali merasa lelah. Bahkan penyakit tersebut sempat membuat saya terpaksa diopname di kamar ICU. Ketika Ibu Sekarwati menjelaskan tentang khasiat matol yang dapat membantu tubuh menormalisir berbagai gangguan kesehatan, terus terang awalnya saya kurang percaya. Namun ketertarikan saya muncul saat beliau mengatakan, matol mengandung gizi lengkap dan dibuat dari 13 macam tumbuhan yang memiliki khasiat berbeda-beda. Karena itulah saya kemudian membeli matol dan mencoba meminumnya setiap hari. Alhamdulillah, dengan ijin Allah SWT keluhan yang selama ini menyiksa saya secara berangsur hilang. Sungguh menggembirakan, kini aktivitas saya sehari-hari termasuk mengajar dapat berjalan normal kembali. Demikian pula saat Bulan Ramadhan, saya dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar serta penuh semangat. Ini tak lain, karena saya tak lupa minum matol setiap waktu sahur. Jelaslah bagi saya bahwa matol sangat membantu, sehingga kini saya dapat menikmati anugerah kesehatan. Harapan saya, lebih banyak lagi orang yang dapat merasakan manfaat matol. Untuk itu, saya senantiasa menyarankan kepada teman-teman saya agar segera mencoba matol.


Ni Nengah Aryatni(Jl Kebo Iwa - Denpasar Bali)

Jenis Penyakit:
Asam urat
Judul:
Sharing Matol di Rumah Sakit

Asam urat, migren, maag, dan sesak nafas. Itulah sederet keluhan yang saya alami selama puluhan tahun, sejak masih remaja. Selama itu pula, upaya berobat ke dokter untuk menghilangkan keluhan tersebut ternyata tidak memberikan hasil berarti. Saya kenal matol dari kakak perempuan saya, ketika menginap dirumahnya beberapa waktu lalu. Awalnya saya heran, ia yang usianya lebih tua dari saya, setiap hari bisa bangun pagi-pagi buta dan langsung beraktivitas. Membereskan pekerjaan rumah tangga, dilanjutkan pergi bekerja. “Ini berkat minum matol”, demikian jawabnya, saat saya tanyakan apa kiatnya sehingga dapat menjalankan rutinitas tersebut dalam keadaan segar- bugar. Ia juga menyarankan agar saya mulai mengkonsumsi matol. Sebenarnya tanpa disuruhpun saya sudah mulai tertarik pada matol setelah menyaksikan sendiri manfaat yang dirasakan kakak saya. Apalagi setelah mendengar penjelasan yang disampaikan perihal manfaat matol. Terlebih, ia seorang perawat yang sedikit banyak lebih paham tentang kesehatan. Pertamakali minum matol, saya dapat tidur lebih nyenyak. Demikian pula kesemutan yang selama ini muncul, hilang. Yang lebih menggembirakan, dalam dua minggu kemudian, kesehatan saya semakin hari semakin bagus dan khasiat matol semakin jelas saya rasakan. Selanjutnya, semua keluhan yang saya alami tidak pernah kambuh lagi hingga sekarang. Matol pun menjadi minuman sehari-hari hingga kini. Maka tak mengherankan jika saya akhirnya memutuskan bergabung menjadi distributor matol. Sebagai langkah awal, saya menganjurkan pada keluarga dan kerabat untuk mencoba minum matol. Saat ini saya giat mengenalkan matol di sebuah rumah sakit besar di Bali, terutama kepada orang-orang yang sedang menunggu pasien. Kebetulan saya ditunjuk sebagai pengantar kegiatan-kegiatan upacara di rumah sakit tersebut. Mudah-mudahan dengan upaya tersebut akan lebih banyak orang yang merasakan manfaat matol. Karena matol benar-benar produk yang luar biasa. Saya sudah merasakannya.



Nur Latifah(Bengkalis)

Jenis Penyakit:
Asam urat
Judul:
Berakhirnya Derita Panjang

Lebih dari 20 tahun saya mengalami gangguan kesehatan yang sangat menyiksa, hingga belakangan tangan saya tidak dapat diluruskan. Dokter mengatakan saya menderita asam urat. Namun setelah mencoba datang ke shinse, katanya urat syaraf saya ada yang terhimpit. Terlepas dari perbedaan pendapat atas penyakit saya tersebut sejak lama saya memang telah mencoba berbagai pengobatan. Sejumlah rumah sakit sudah saya datangi, termasuk juga mencoba pengobatan tradisional.

Namun upaya yang saya lakukan selama ini tidak memberikan hasil yang memuaskan. Sampai suatu hari seorang kerabat memperkenalkan matol pada saya. Mendengar cerita dan penjelasannya tentang keistimewaan ramuan temuan Karl Jurak ini, tanpa pikir panjang saya langsung tertarik mencoba. Reaksi pertama minum matol badan saya terasa lemas. Namun hal itu hanya berlangsung selama dua hari, selanjutnya badan saya terasa makin ringan.

Demikianlah, dengan selalu minum matol secara bertahap kondisi kesehatan saya mengalami kemajuan pesat. Tangan saya sudah dapat diluruskan. Keluhan yang selama ini saya rasakan tak pernah kambuh lagi. Untuk menjaga kesehatan hingga kini saya tetap minum suplemen tersebut. Kalau dihitung, tepatnya sudah 2 tahun ini saya mengkonsumsi matol, menghabiskan lebih dari 1 lusin matol mini.



Ortisan Kombu(Sorong - Papua)

Jenis Penyakit:
Diabetes
Judul:
Kisah Tentang matol dari Papua

Saya mengenal matol ketika sedang berlibur ke Jogjakarta bersama calon istri. Awalnya, tanpa sengaja kami menemukan sebuah brosur tentang matol. Kebetulan calon istri saya sejak lama menderita sakit kepala yang membuatnya sangat tergantung pada obat. Setiap kambuh ia harus minum obat. Namun sakit kepala yang dirasakan hanya dapat hilang untuk sementara dan akan muncul lagi. Tertarik dengan khasiat matol yang tertera dalam brosur, kami segera telepon ke nomor tercantum, yang ternyata salah satu kantor Stokis Matol setempat. Dari situlah kami tahu bahwa kantor pusat matol ada di Jakarta. Kebetulan saat itu kami tengah menempuh pendidikan tinggi di salah satu universitas swasta di kota tersebut. Sekembalinya di Jakarta kami segera datang ke kantor PT Matolindo Primantara. Kami tak cuma membeli beberapa botol matol, hari itu juga kami bergabung menjadi member. Do’a kami akhirnya terjawab. Setelah satu minggu rutin minum matol, keluhan yang dirasakan calon istri saya lenyap. Sakit kepala yang hampir tiap hari menyiksa, tak muncul lagi. Semenjak itu, keyakinan kami terhadap khasiat matol makin besar. Matol akhirnya menjadi suplemen pilihan kami. Jika pulang ke Sorong, acapkali kami membawa sejumlah matol mini untuk keluarga atau kerabat terutama yang tengah menderita sakit. --- “Dari Diabetes Hingga Gangguan Paru-Paru” : Waktu berlalu. Kami menikah dan kembali ke Sorong. Di Kota tersebut, istri saya yang kebetulan alumnus Fakultas Kedokteran, membuka praktek. Matol tetap menjadi bagian keluarga kami. Ketika istri saya hamil hingga menyusui misalnya, ia selalu minum matol. Agar anak kami sehat, kami juga mencampurkan matol pada susu instan yang diminumnya. Hasilnya, anak kami tidak hanya menjadi sehat. Untuk ukuran anak-anak seusianya, kecerdasan buah hati kami terbukti lebih tinggi. Matol juga menjadi “andalan” istri saya dalam membantu pasien yang datang berobat. Menariknya, tak sedikit pula dari mereka akhirnya “terpikat” pada ramuan kesehatan asal Kanada tersebut. Salah satunya, seorang penderita diabetes menahun yang mengalami luka parah pada kakinya. Luka tersebut menjadi lebar, dalam dan bernanah. Dapat dikatakan, akibat luka itu kakinya menjadi hancur. Saking parahnya, dokter yang menangani memvonis, salah satu kakinya harus diamputasi. Padahal, ia sudah tiga bulan di rawat di rumah sakit. Ketika datang berobat ke istri saya, kami menyarankan agar ia minum matol. Entah kenapa saya sangat yakin bahwa matol dapat membantunya keluar dari penderitaan panjang itu. Sampai-sampai saya berkata, akan mengembalikan uangnya jika kondisi kesehatannya tidak membaik. Akhirnya ia bersedia mencoba matol. Satu minggu kemudian, nanah pada lukanya mulai hilang. Lukanya dapat mengering setelah ia minum matol selama satu bulan. Yang lebih menggembirakan, tiga bulan kemudin, ia dapat berjalan kembali bahkan dengan memakai sepatu. Padahal, sebelumnya ia sama sekali tiak dapat berjalan. Tidak Cuma itu, berat badannya naik drastis dan menjadi lebih bugar. Demikianlah, pasien tersebut dapat sehat kembali tanpa harus kehilangan salah satu kakinya karena amputasi. Kisah serupa juga dialami pada seorang pasien yang menderita gangguan paru-paru yang sudah diderita selama lebih kurang tujuh tahun. Ia sering mengalami sesak nafas dan lebih parahnya ia juga ketergantungan pada obat dokter. Jika kambuh, ia harus datang ke dokter untuk memperoleh obat. Ketika datang berobat ke istri saya, kami menyarankan agar ia mencoba matol. Hasilnya, satu minggu setelah minum matol, ia tidak lagi diganggu sesak nafas. Bukan hanya itu, keluhan maag yang kerap menyerangnya ikut lenyap. Masih banyak lagi cerita tentang pengalaman minum matol yang kami temui. Termasuk pengalaman seorang Ibu Guru, penderita rematik tulang menahun. Akibat penyakitnya itu, perempuan berusia 50-an tahun ini tidak dapat naik tangga. Rutinitasnya sebagai pengajar juga praktis tergangggu. Khasiat matol mulai dirasakan, setelah satu minggu mengkonsumsi. Sekarang ia tidak lagi mengalami kendala dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar. ---- “Makin Serius di Bisnis Matol” : Melihat peluang yang cukup besar tersebut, belakangan ini kami makin serius menekuni bisnis matol. Disamping untuk memperoleh penghasilan tambahan, dengan lebih fokus menjalankan bisnis matol, akan makin banyak orang terbantu serta dapat pulih dari sakit yang dideritanya. Selain menjelaskan langsung, kami menempelkan sejumlah brosur matol, memenuhi ruang tunggu pasien di tempat praktek. Hasilnya cukup efektif, terkadang tanpa dijelaskan terlebih dulu, pasien sudah tahu bahwa matol adalah suplemen yang tepat bagi mereka. Apalagi jika mereka sudah mendengar informasi dari orang yang sudah merasakan langsung manfaat matol. Pasien yang datang rata-rata 10 ornag per hari. Maka tak heran dalam waktu singkat 100 botol matol mini “laku” terjual. Patut pula saya informasikan, dalam menjalankan bisnis matol kami menggunakan pendekatan dari sisi kesehatan dulu. Yang penting mereka membuktikan dulu khasiat matol, baru setelah itu saya perkenalkan sistem bisnis matol. Pasalnya, tidak mudah meyakinkan mereka terhadap sesuatu yang baru. Disini kami juga menekankan agar mereka tidak tergantung pada obat –obatan, karena justru akan menimbulkan penyakit baru.


Ria M. Sagri (Bandung)

Jenis Penyakit:
flek paru-paru
Judul:
Ibu Sehat, Buah Hati Saya pun Ceria Kembali

Ketika Ibu saya terserang stroke sekitar tahun 2003 lalu, matol menjadi pendukung pengobatan bagi beliau, disamping upaya pengobatan medis. Sebenarnya upaya alternatif maupun mengkonsumsi suplemen makanan, sejak lama sudah dilakukan. Namun berbeda dengan sebelumnya, tampaknya matol lebih cocok bagi ibu saya. Setelah minum matol selama +1 bulan, beliau merasakan badannya lebih ringan. Selanjutnya, setelah +1 tahun mengonsumsi matol, kesehatan Ibu saya mengalami kemajuan pesat. Kondisinya yang sebelumnya sangat lemah, menjadi jauh lebih kuat. Alhamdulillah, beliau-pun akhirnya berkesempatan menunaikan Ibadah Haji dan selama di Tanah Suci, setiap hari Ibu minum matol. Hingga sekarang, Ibu saya masih tetap minum matol secara ruitn. Pengalaman Ibu atas, membuat saya mulai tertarik pada matol. Itu sebabnya, saya ikuti anjuran beliau untuk memberi matol pada salah satu anak saya (waktu itu baru berusia 1 tahun), yang tengah sakit flek pada paru-paru. Reaksi pertama yang dirasakan anak saya tersebut setelah minum matol berupa, mengeluarkan lendir banyak sekali, saat ia batuk. Namun saya tak khawatir, matol tetap saya berikan kepadanya. Beberapa hari setelah minum matol, ia tampak lebih bugar, tidak seperti sedang sakit. Padahal, anak seusia 1 tahun, biasanya kalau sakit sedikit saja badannya kelihatan lemah, apalagi ini, yang terganggu adalah paru-parunya. Seiring dengan itu, berobat ke dokter tetap dilakukan, karena anak saya memang harus menjalani terapi selama 6 bulan. Dokter yang menangani tidak mempermasalahkan ketika mengetahui anak saya minum matol. Menurutnya, selama tidak menimbulkan efek samping, apalagi justru membuatnya lebih sehat, hal itu malah lebih baik. Akhirnya anak saya benar-benar pulih dari sakitnya dan sudah mulai sekolah lagi. Namun demikian, minum matol tetap dilanjutkan. Manfaat matol bagi kesehatan juga dirasakan suami saya yang berprofesi sebagai polisi. Meski tidak menampakkan gejala sakit, suatu kali saya menganjurkan agar ia mencoba minum matol. Setelah minum matol selama tiga hari, tiba-tiba ia batuk dengan mengeluarkan lendir berwarna hitam. Matol terus diminum hingga sekitar seminggu kemudian, batuknya reda dan tak lagi mengeluarkan lendir. Suami saya mengaku jauh lebih sehat, dibanding sebelumnya. Minum matol juga membuatnya senantiasa bugar dan tidak cepat lelah saat menjalankan tugas.


Siti Aisyah(Bontang - Kaltim)

Jenis Penyakit:
Alergi
Judul:
Beruntung Ingat matol

Sejak 1998 lalu saya giat berbagi cerita / sharing tentang matol kepada orang yang saya temui. Meski awalnya cukup sulit namun akhirnya saya menjadi terbiasa dengan sistem MLM yang diterapkan dalam bisnis ini. Berbagi cerita tentang matol selanjutnya menjadi hal biasa bagi saya, meski terus terang waktu itu saya belum pernah mengkonsumsi produk tersebut. Hingga suatu hari, sekitar tahun 2001 anak kedua saya yang saat itu berumur 3 tahun mengalami panas badan yang sangat tinggi, disertai keluar bentol-bentol yang terlihat semacam alergi di sekujur tubuhnya. Ia tampak sangat tersiksa karena bentol tersebut menimbulkan rasa gatal yang luar biasa. Guna mengatasi, saya memberikan obat penurun panas. Memang panasnya bisa turun, tapi bentol-bentol di tubuhnya tidak mau hilang. Kejadian tersebut berulang setiap kali ia dalam keadaan sakit. Obat anti alergi tidak banyak membantu. ---“Tak Mau Mengulang Kesalahan”--- Untuk memastikan penyakit apa yang tengah diderita, saya lalu membawanya ke dokter spesialis kulit. Hasil pemeriksaan, anak saya alergi dikatakan alergi makanan. Namun saya tidak langsung percaya, pasalnya selama ini kami tidak pernah memberi makanan yang macam-macam. Oleh dokter bersangkutan anak saya diberi obat yang harus diminum selama satu minggu dan salep kulit. Setelah saya coba ikuti resepnya, saya sempat panik, bentol pada tubuh anak saya makin banyak. Bahkan kali ini disertai pula bercak-bercak warna merah. Diantara rasa sedih timbul dalam benak, kekhawatiran bahwa anak saya keracunan obat. Saat itulah saya baru ingat pada matol. Saya lalu mencoba memberikannya pada anak saya. Awalnya satu sendok makan satu hari. Setelah tiga kali minum, bentol-bentol mulai menipis serta tidak menimbulkan rasa gatal lagi. Meihat perkembangan itu, saya pun terus memberikan matol. Kali ini dosisnya saya tingkatkan, sehari dua kali, pagi dan sore. Alhamdulillah, bertahap bentol- bentol tersebut lenyap dengan sendirinya. Dibalik rasa syukur dengan membaiknya kondisi kesehatan anak saya, terbesit pula rasa menyesal, Kenapa baru sekarang menggunakan matol untuk mengatasi keluhan kesehatan keluarga, setelah sudah sekian lama terjun di bisnis ramuan kesehatan tersebut. Ternyata khasiat matol mujarab, yang telah dibuktikan oleh anak saya sendiri yang hingga kini tak pernah diganggu oleh bentol-bentol disertai gatal di sekujur tubuhnya. Tentunya saya tak mau mengulang kesalahan yang sama. Sejak itu hingga sekarang saya tetap memberi matol secara rutin. Matol kini telah menjadi minuman kesehatan sehari-hari keluarga kami. Semoga pengalaman ini menjadi pemicu semua mitra usaha maupun calon mitra usaha PT Matolindo Primantara untuk lebih tekun menjalankan bisnis matol. Khususnya yang berada dalam jaringan saya.


Soeprijanto Hs, Drs(Pacitan-Jawa Timur)

Jenis Penyakit:
jantung
Judul:
Sehat & Bugar di Tanah Suci Meski Usia Senja dan Pernah Operasi Jantung

Sungguh suatu karunia yang besar bagi saya dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, tidak mengalami keluhan kesehatan berarti. Padahal disamping usia sudah memasuki 60 tahun, sebelumnya saya pernah menderita penyakit ambeien, lever dan jantung koroner. Gangguan tersebut muncul sejak tahun 1990. Biasanya kambuh bila makan tidak teratur, pedas atau banyak mengandung lemak juga kalau terlalu lelah. Bahkan sekitar tahun 1996 saya pernah menjalani operasi by pass (untuk jantung). Lebih parah lagi, tak lama setelah operasi saya diserang hepatitis C. Akibatnya saya harus disuntik reveron dan interferon seminggu tiga kali selama 2 tahun. Namun belum juga dapat diatasi. Untunglah tak lama kemudian saya dikenalkan pada matol saat tak disengaja mampir di sebuah kantor MC, sewaktu mau ke Rumah Sakit Haji untuk kontrol kesehatan. Saat itu saya tertarik untuk mencoba matol dengan harapan dapat membantu mengatasi semua keluhan yang saya rasakan, karena obat dari dokter selama ini belum menunjukkan hasil berarti. Minggu pertama setelah minum matol saya buang air terus. Namun matol terus saya konsumsi. Khasiat matol saya rasakan maksimal setelah 6 bulan kemudian. Semua keluhan yang pernah saya alami akhirnya dapat diatasi, tidak pernah kambuh lagi. Sehingga pada tahun 2003 saya berani menunaikan ibadah haji dengan membawa matol kapsul. Alhamdulillah selama di tanah suci saya tetap bugar sampai kembali ke tanah air. Tak diragukan lagi matol memang bermanfaat dalam membantu menetralisir metabolisme tubuh sehingga berbagai jenis gangguan kesehatan dapat normal kembali. Maka itu hingga kini saya tetap minum matol demi menjaga kesehatan. Saya juga aktif memperkenalkan matol kepada orang lain dengan cara menceritakan pengalaman saya tersebut di atas. Harapan saya, matol dapat dijangkau oleh lapisan masyarakat bawah yang saat ini dalam keadaan krisis ekonomi. Kepada pembaca Journal, mari bersama-sama mensukseskan misi “Ikut Menyehatkan Bangsa” demi kemajuan bangsa Indonesia tercinta ini.

Perpaduan SEFT dan Matol

Tetap Semangat,

Kami memadukan dua pengobatan yaitu MEFT (Muhasabah Emotional Freedom Technique) dan Produk Matol, sangat efektif menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Anda tertarik silahkan call 08128616601 / 085691743154